Monday, 15 February 2016

Kumpulan Puisi Terbaik

harianarif.blogspot.com

Selamat bertemu kembali kawan, kali ini saya akan memposting sebuah apa ya, entah puisi atau apa lah yang jelas ini adalah sebuah coretan ketika saya masih duduk di bangku SMA dulu.

Maklum kalau anak masih usia remaja masih seneng corat coret yang gak jelas, tapi menurut saya masih menyimpan beberapa makna berharga yang dapat diserap maknanya. semoga bermanfaat buat temen-temen yang membacanya.

WANITA MULIA

Alangkah cantik dan manisnya wajahmu
Rupamu sungguh menawan hatiku
Ingin rasanya aku mendekatimu
Elok rupa dan hatimu
Fantasi bila ku memandangmu

Hatiku berdebar-debar saat di dekatmu
Engkau yang telah membuatku bahagia
Namun aku tak bisa membuatmu bahagia
Dimanapun kau berada
Ratu kebaikanlah julukanmu
Aku yang akan slau menjagamu

Gaun-gaun rapih kau kenakan
Untuk slalu demi kebaikanmu
Memang tiadalah yang menyamai kebaikanmu
Engkau adalah wanita yang paling bisa menjaga diri
Lemparan senyum slalu kau berikan pada setiap orang
Alangkah Mulianya hatimu
Raihlah surga untukmu selamanya


Itulah tadi sebuah coretan saya yang sesungguhnya itu diambil dari nama saya sendiri semua awalan adalah rangkaian huruf dari nama lengkap saya.

terkadang saya juga merasa bahwa dengan membaca ini teringat akan pendamping hidup yang di impikan. semoga bermanfaat.


 NELAYAN KECIL

Lihatlah temanku
Nelayan kecil sedang berlabuh
Mencari nafkah di tengah samudera
Tuk mencari sesuap nasi

Pergi pagi pulang malam
Berbekal ilmu berbuah rizki
Kaulah satria kecil yang pemberani
Tak ada kata sakit tak ada kata lelah
Rela berkorban Untuk mendapatka hasil
Demi ibu tercinta

Walau ayah tlah tiada
Tapi semangat dan kegigihanmu
Sungguh tiada yang menyamai
Walau tubuh tinggal kulit pembungkus tulang
Tapi kesetiaan dan kekuatanmu
Sungguh tiada yang menyamai

Memang engkaulah
Nelayan kecil yang berjiwa kesatria
Engkai setia dan pemberani

Nelayan Kecil bercerita tentang Seorang anak nelayan yang ditinggal ayahnya, namun ia tetap gagah dan tabah demi membahagiakan sang Ibu tercintanya.

SATU PINTA

Tertidur lelap di atas malam buram 
Mencari cinta di dalam angin malam
Mencuri hati di bawah awan hitam
Terkubur pupus diambang embun suram


 Kian hari kian tenggelam
 Kemana luka akan menyelam
 Terbang tinggi setinggi bulan
 Tanpa harap ada imbalan


Hanya setitik tinta tersisa
Seribu kertas putih menangis pinta 
Hanya secarik cinta terlupa 
Seribu nyawa lupa akan pencipta
 Satu Pinta? Coba menurut kamu bagaimana maksud dari puisi saya yang satu ini, ini adalah salah satu puisi terbaik saya yang mendapat apresiasi dari guru, teman-teman dan media lokal di daerah saya,

semoga bermanfaat ya.

Bagikan

Jangan lewatkan

Kumpulan Puisi Terbaik
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

terimakasih