Monday, 18 April 2016

INILAH PUJA , YANG TAK PANTANG MENYERAH MENJALANI KEHIDUPAN

 
Suatu hari selagi saya dan keluarga makan malam di sekitar kota cirebon, tepatnya di ujung kota Cirebon, ada nasi jamblang khas yang saya kunjungi. Secara tidak sengaja bertemu seorang bocah gemuk yang kucel lewat di depan saya makan di nasi jamblang tersebut, karena memang letak nasi jamblang tersebut yang berada di pinggir jalan.

Namun waktu itu saya dan keluarga pun tidak tahu kalau dia itu adalah anak kecil, karena perawakannya yang besar seperti bukan seorang bocah. Beberapa hari kemudian saya dan keluarga kembali makan di nasi jamblang tersebut, dan tepat  setelah shalat magrib. Dan kebetulan sekali anak tersebut lewat kembali karena memang saya pun menunggu kehadirannya. Saya coba mencari tahu tentang si anak ini yang tiap hari pulang seperti biasa membawa sisa-sisa barang rongsok yang telah ia kumpulkan seharian. Dan saya ajak dia makan sambil. mencari informasi tentang anak ini.

Betapa kagetnya saya setelah mendengar ceritanya yang ternyata ia seorang bocah yang setiap hari mencari barang bekas yang ia kumpulkan lalu menjualnya, uangnya pun menurutnya ia berikan pada ibu kandung dan bapak tirinya. Ia memang tinggal tanpa ayahnya yang meninggal menurut pengakuannya.

Puja namanya, selama saya perhatikan juga memang dia tidak mau meminta-minta, hanya dia mau menerima jika ada yang memberi tanpa meminta. Banyak yang ia ceritakan pada saya terutama tentang keinginannya bersekolah seperti kebanyakan anak seusianya yang asik bermain sedangkan ia hanya setiap hari mencari nafkah hanya untuk makan sehari-harinya.

Ia berharap ada seseorang yang berbaik hati mengambil dan mengurusnya, semoga cita-citanya tercapai untuk bisa sekolah.

Inilah puja, ia setiap hari mencari barang bekas yang akn dia jual kembali untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari , walau pun ceritanya ia selalu diperlakukan tidak selayaknya oleh ibu kandung dan bapa tirinya.

Menurut puja ia tinggal di daerah pamengkang cirebon setiap pagi berangkat pulang sekitar pukul 6-7 sore, ia tak pernah minta-minta ia terbiasa berjuang sendiri.
Semoga ada dermawan yang mau berbaik padanya. Itu harapan saya. Agar masa depannya terselamatkan.

Bagikan

Jangan lewatkan

INILAH PUJA , YANG TAK PANTANG MENYERAH MENJALANI KEHIDUPAN
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

terimakasih